Bethsaida Hospitals Luncurkan Layanan Ecommerce


  • Bethsaida Hospitals Luncurkan Layanan Ecommerce


    BETHSAIDA Hospitals kian menunjukan komitmennya sebagai rumah sakit yang memfokuskan kenyamanan dan pelayanan. Rumah sakit yang berada di Tangerang ini meluncurkan layanan e-commerce, membuka Dental Center, dan Brain and Spine Center.

    Pembuatan ecommerce karena eranya sudah ke digital yang tujuannya memudahkan pasien mendapatkan pelayanan. Harapannya, ketika merka butuh pengobatan – entah itu promosi, paket, dan beli voucher – mereka bisa mengakseslink https://ecommerce.bethsaidahospitals.com. Sejauh ini, hanya Bethsaida Hospitals yang baru memilki layanan ecommerce ini.

    “Untuk keamanan data transaksi, kami sudah implementasikan sistem SSL pada domain kami, sehingga pelanggan dapat menikmati kenyamanan dan keamanan bertransaksi menggunakan kartu debit dan kartu kredit”, ungkap Pak Ronald Gultom, GM IT Bethsaida Hospitals, saat media gathering di Bethsaida Hospital, di ruang Auditorium lantai 90, Bethsaida Hospitals, baru-baru ini

    Lebih lanjut, Ronald menjelaskan bahwa saat ini website dan e-commerce Bethsaida Hospitals sudah mengadopsi responsive web layout.“Sehingga pengguna smartphone dan tablet dapat menikmati tampilan dan navigasi dengan nyaman.”

    Selain itu, Bethsaida juga merilis pelayanan terbarunya yakni Bethsaida Hospital Dental Center. Dengan tagline “One Visit Restoration”, seseorang akan dilayani dalam satu kunjungan entah pembuatancrown, veneer, inlay dan implant. Pelayanan ini tentu sangat cocok bagi seseorangyang sibuk dan pasien dari luar kota yang ingin merasakan pelayanan kami.

    “Dengan kehadiran alat-alat canggih seperti 3D X-Ray / CBCT, 3D CAD/CAM dan Laser Dentistry, maka BHDC bisa melakukan perkerjaan dalam satu kali datang. Hal itu karena pembuatan restorasi gigi seperti crown, veneer, inlay dan implant surgical template dilakukan oleh komputer yang tentu efisien waktu tapi hasilnya sempurna,” terang Drg. Tb. Iman W. Kusumadirja, MM, CDIS, kepala Bethsaida Hospital Dental Center (BHDC).

    Terakhir, Bethsaida juga menghadirkan pelayanan Brain & Spine Center untuk memerkuat penyakit yang berhubungan otak dan tulang belakang. Jadi, dengan kelengkapan fasilitas dan pelayanan yang ada, bisa jadi penanganan pasien dengan serangan stroke.

    “Seseorang yang terkena serangan stroke dan bernasib cacat atau meninggal itu karena kita sering mendatangi rumah sakit yang tidak menyediakan fasilitas penanganan stroke. Alhasil, pasien lambat mendapat penanganan, padahal semakin lama pasien stroke dapat penanganan, kerusakan di dalam otak makin besar. Dan itu berdampak pada kesempatan pasien bertahan hidup dan kecacatan yang terjadi,” jelas kepala Bethsaida Hospitals Brain & Spine Center, dr. Roslan Yusni Hasan, Sp.BS. Bethsaida Hospitals.

    Meski begitu, stroke bisa diantisipasi bila kita rutin mendeteksi dini setiap tahun. Seseorang bisa mengecek tubuhnya dengan MRI (Magnetic Resonance Imaging) atau DSA (Digital Subtraction Angiography). Menurut dokter Roslan, dua fasilitas itu bisa memberikan gambaran akurat dalam hal pendeteksian pembuluh darah otak yang riskan mengalami gangguan.

    “Hasil pemeriksaan kondisi otak dan pembuluh darah otak ini disebut Brain Document. Fungsinya,bisa jadi acuan melihat faktor-faktor lebih dini terjadinya serangan stroke plusmelihat adanya kelainan atau gangguan pembuluh darah lain, misalnya aneurisma otak atau pembuluh darah yang menggelembung,” urainya.

    Dokter Roslan yakin bila seseorang mau rutin mengecek kesehatan tubuhnya lewat medical check-up, ia pasti bisa bisa terus berjarak dari penyakit stroke, dan bisa tetap bisa menjaga tubuhnya sampai usia tua.

     


    TAG : stroke, efek fatal stroke, bethsaida hospitals, ,