Cek 5 Hal Ini Agar Panjang Umur
geraldoswald62/pixabay

Banyak di antara kita enggan untuk melakukan cek kesehatan secara lengkap karena berbagai alasan. Salah satunya adalah karena takut untuk mengetahui fakta kualitas kesehatan kita atau karena alasan bujet yang terbatas.

Jika Anda mempunyai problem yang sama, solusi yang bisa dilakukan adalah dengan secara rutin memeriksakan komponen dasar kesehatan tubuh Anda, terutama bagi Anda yang mulai menginjak usia kepala tiga. Menurut dr. Fitry Hardina Ginting, kepala medical check up RSU Bunda, Jakarta, begitu menginjak usia 30 tahun, beberapa penyakit – terutama penyakit degeneratif - mulai muncul.

Tak bisa dipungkiri, untuk mendapatkan medical check up yang komplit, Anda perlu merogoh kocek lumayan dalam. Agar tetap hemat, Anda bisa memulai memeriksakan 5 hal ini secara berkala. Apa sajakah itu?

 

#1. Tekanan Darah

Menurut dr. Fitry, risiko penyakit dari tekanan darah cukup serius. "Penyakit hipertensi (tekanan darah tinggi) berpotensi menyebabkan beragam penyakit berat, seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan beragam penyakit koronaria lainnya," ujarnya.

 

Level Tekanan Darah

Normal : <80 - <120

Pre-Hipertensi: (80-89) – (120-140)

Hipertensi level I: (90-99) – (140-159)

Hipertensi level 2: >100 - >160

 

#2. Body Mass Index (Indeks Massa Tubuh)

BMI bertujuan untuk mengetahui ukuran ideal tubuh kita. Tubuh yang tidak ideal sangat berpotensi meningkatkan risiko stroke, diabetes, hipertensi, gagal ginjal, hingga kanker.

“Selain itu, tubuh yang tidak ideal akan mengakibatkan sistem kekebalan tubuh akan melemah. Sebaiknya, periksalah BMI Anda, paling tidak dua tahun sekali bagi orang yang berusia di bawah 50 tahun dan satu kali bagi usia di atas 50 tahun,” jelas dr. Fitry

 

Caramenghitung BMI= Berat Badan / (Tinggi Badan x Tinggi Badan) * tinggi badan dalam (M²)

 

Terlalu kurus: 18,5

Ideal: 18,5 – 24,9

Kelebihan berat badan:25 – 29,9

Obesitas kelas 1: 30 – 34,9

Obesitas kelas 2: 35 – 39,9

Obesitas kelas 3: >40

 

#3. Gula Darah

Penyakit diabetes seringkali disadari setelah mulai parah dan cukup lama diderita. Seperti dilansir tempo.co.id, riset kesehatan dari Global Diabetes 2014 lalu menunjukkan bahwa 70% masyarakat Indonesia tidak tahu terkena Diabetes.

“Gejalanya memang gejala umum seperti, rasa haus dan lapar, kesemutan pada tangan maupun kaki, serta mengalami penurunan berat badan yang tidak jelas. Jika sudah begitu, sebaiknya jangan menunda. Segera lakukan tes ini. Murah dan cepat kok,” tutur dr. Fitry.

 

Level Gula Darah

Normal: 70 – 100 mg/dL

Pra diabetes: 100 – 125 mg/dL

Diabetes: > 126mg/dL


#4. Kolesterol

Kolesterol merupakan salah satu lemak yang diperlukan oleh tubuh. Namun, jika berlebihan bisa menyebabkan penyakit jantung maupun stroke. Fakta menunjukkan, penyakit jantung akibat kolesterol menjadi penyakit yang paling banyak diderita oleh penduduk Indonesia sepanjang 2005 - 2015. Seperti tes gula darah, layanan tes kolesterol makin banyak dijumpai dengan harga yang sangat terjangkau.

 

Level Kolesterol

Kolesterol total: < 200 mg/dL

Kolesterol LDL: < 130 mg/dL

Kolesterol HDL: > 35 mg/dL

Trigliserida: < 160 mg/dL

 

#5. Tes Ritme Jantung (Elektrokardiogram)

Serangan jantung sering menyebabkan kematian dan gejalanya tidak begitu dirasakan sehingga disebut sebagai “silent killer”.

Menurut dr. Fitry, tanpa diketahui, aktivitas jantung kita bisa saja memiliki gangguan, seperti penyumbatan pembuluh ke/dari jantung atau ritme jantung yang tak teratur. Karenanya, dibutuhkan tes untuk mengetahui kondisi terkini jantung kita, yaitu dengan mengecek ritme jantung.

 

loading...
loading...