Kupas Tuntas Diet Ketogenik Bareng Pakar Gizi
stevepb/pixabay

Salah satu pilihan metode diet yang makin banyak dilirik oleh pecinta gaya hidup sehat adalah diet ketogenik. Meski sedang nge-trend, metode pengaturan pola makan dengan mengurangi asupan karbohidrat dan meningkatkan asupan lemak serta protein ini sudah dikenal sejak lama.

Awalnya, diet yang bermula pada 1920-an ini berguna sebagai terapi bagi anak penderita epilepsi. Kala itu, ahli medis menduga, kondisi kejang terjadi karena mereka mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat setiap harinya.

Akibatnya, level glukosa meninggi dan menyebabkan kejang-kejang pada anak. Pada 1994, diet ini juga semakin populer berkat film berjudul First Do No Harm yangberkisah tentang seorang anak yang pulih dari epilepsi berkat diet ketogenik.

Di luar negeri, diet ini sudah populer semenjak 2015 lalu. Banyak orang mengklaim berhasil menurunkan berat badan dengan diet ketogenik. Seberapa efektif diet? Dan, bagaimana cara menjalankan secara tepat? Fitness for Men berkonsultasi dengan salah satu ahli gizi klinis yang berperan “membawa” dan mengenalkan metode diet ini di Indonesia: dr. Ida Gunawan, MS, SpGk (K), spesialis gizi klinik (konsultan) dari RS Pondok Indah–Puri Indah, Jakarta Barat.

Apakah yang dimaksud dengan diet ketogenik?
Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita samakan persepsi mengenai diet ketogenik sesuai dengan ilmu kedokteran. Secara umum, Anda mungkin hanya mengenal diet ketogenik sebagai metode diet dengan konsumsi rendah karbohidrat. Dalam ilmu kedokteran, takaran karbohidrat rendah dibagi dalam empat golongan, yaitu:

>> Diet Tinggi Karbohidrat: Standar asupan karbohidrat dari total energi harian < 45%

>> Diet Medium Karbohidrat: 26 – 45%

>> Diet Rendah Karbohidrat: <26%

>> Diet Sangat Rendah Karbohidrat: <10%

Dalam hal ini, diet ketogenik adalah metode pengaturan pola makan yang menganjurkan asupan karbohidrat yang Anda konsumsi berada di level yang sangat rendah (very low carbohydrate) yakni <10% atau 20-50 gram/hari. Sisanya, sekitar 60-70% asupan Anda diimbangi dengan lemak ataupun protein.

Mengapa disebut Diet Ketogenik?

Ketogenik berasal dari kata “Keton”, sebuah senyawa kimia yang dihasilkan dari pemecahan lemak oleh organ lever. Jadi, ketika Anda menjalani diet ketogenik, tubuh Anda akan berada pada kondisi kurang karbohidrat namun mempunyai level lemak atau protein yang tinggi. Karena kekurangan glukosa, tubuh menggunakan sumber energi utama yang lain berupa senyawa hasil pengolahan lemak, yakni keton. Banyaknya keton dalam tubuh ini akan memicu terjadinya ketosis. Kondisi inilah yang menyebabkan penurunan berat badan.

Bagaimana cara melakukan Diet Ketogenik?
Tentu dengan menurunkan asupan karbohidrat dan mempertinggi asupan lemak serta protein sehingga tubuh berada di kondisi ketosis. Asupan lemak yang dimaksud bukanlah sembarang lemak, tetapi lemak baik dan sehat.

Apabila karbohidrat berada di level sangat rendah sedangkan nutrisi lainnya tinggi, cepat atau lambat tubuh akan mengalami kondisi ketosis. Meski demikian, kondisi ketosis tidak akan selalu pada setiap orang.

Hal ini kembali lagi pada fakta bahwa setiap metode diet harus disesuaikan dengan masing-masing individu karena metabolisme setiap orang berbeda-beda. Karenanya, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan ahli gizi sebelum memilih salah satu metode diet.

 

Asupan lemak yang baik itu seperti apa?

Asupan lemak yang baik adalah yang mempunyai kandungan High Density Lipoprotein (HDL) tinggi. Bukan lemak jenuh. Salah satu contoh lemak yang baik untuk Anda konsumsi selama menjalankan diet ketogenik adalah virgin coconut oil (VCO).

VCO tergolong sebagai lemak sehat ataumedium chain triglyceride (MCT). Ia akan lebih mudah diabsorbsi dalam tubuh serta menghasilkan lebih banyak keton dibanding sumber makanan yang lain.

Selain VCO, beberapa contoh makanan lain yang dapat Anda konsumsi bila Anda menjalankan diet ketogenik adalah daging merah, ikan berlemak (tuna dan salmon), keju, almond, alpukat, tomat, paprika, maupun sayuran hijau lainnya.

 

Baca juga:

http://www.fitnessformen.co.id/article/8/2017/4403-Mengejutkan-Ternyata-Ini-Manfaat-Diet-Ketogenik

http://www.fitnessformen.co.id/article/8/2017/4404-Sebelum-Melakukan-Diet-Keto-Ini-yang-Wajib-Diketahui

loading...
loading...