Belajar Ilmu Menembak dari Glenn Clifton Apfel
(Foto: Dok. FFM)

Pelatih nasional cabang menembak , Glenn Clifton Apfel, sukses mengantar penembak putri Diaz Kusuma Wardani meraih tiket Olimpiade London 2012 pada kualifikasi Asia di Doha, Qatar. Dalam perbincangan dengan kami, pelatih yang pernah mengenyam kepelatihan di sekolah menembak dunia Weisbaden, Jerman selama tiga tahun (1988-1990) ini membahas bagaimana cara berkonsentrasi agar tembakkan Anda tepat sasaran.

 

Apakah menjadi seorang penembak itu sulit?

Jika Anda tidak disiplin, tak mentaati peraturan, pasti tidak bisa menjadi seorang penembak. Bila sudah bisa menembak, Anda harus rajin mengikuti kejuaraan untuk mengasah kemampuan dan mental. Tapi jika sekadar hobi, silahkan bergabung dengan klub atau sekolah menembak. Jika ingin menjadi atlet, Anda harus disiplin, memiliki kemauan, dan talenta.

 

Bagaimana Anda melihat seseorang memiliki talenta menembak?

Melihat seseoang memiliki talenta menembak atau tidak itu mudah. Misalnya, saya memberi arahan verbal kepada murid tentang sikap memegang senapan. Orang yang memiliki talenta dapat mempraktekkannya dengan mudah. Dari situ terlihat minatnya kepada olahraga ini tinggi, terutama untuk level pemula. Bagi level yang sudah sering memegang senjata – seperti aparat – kami menguji melalui tes membidik dan triggering. Jika bidikannya bagus dan proses triggeringnya halus, hasil tembakannya mengelompok di satu titik sasaran dia, tidak berantakan.

 

Adakah latihan spesifik di olahraga ini?

Ya, selain latihan otot sebagai fundamental, seorang penembak harus memiliki konsentrasi yang bagus. Sebelum latihan konsentrasi, ada dua jenis latihan. Urutannya adalah relaksasi lalu visualisasi. Latihan relaksasi adalah penguasaan tubuh. Misalnya, otak Anda memberi perintah menggerakkan otot betis kaki kanan tanpa menggerakkan jari kaki kanan. Ketika Anda memiliki kontrol penuh atas tubuh, akan berguna saat Anda memicu trigger. Anda tahu kapan harus menembak, kapan harus berhenti. Latihan visualisasi, saya minta Anda membayangkan diri sendiri memegang senjata dengan benar, lalu mulai dari memasukkan peluru, membidik, dan memicu trigger. Bayangkan ketika peluru keluar dari selongsong pelan-pelan hingga menembus sasaran. Latihan ini berguna untuk membentuk rasa percaya diri.

 

Lalu bagaimana Anda melatih konsentrasi?

Dalam latihan konsentrasi, saya meminta atlet menghitung detik jam selama 1 menit dengan mata ditutup. Misalnya, saat ini jarum panjang jam di arah satu. Tutup mata Anda lalu buka setelah Anda merasa sudah 1 menit. Jika hitungan Anda kurang atau lebih 1, maka Anda lolos. Pada tingkat selanjutnya akan latihan ini saya beri gangguan seperti bunyi-bunyi barang jatuh. Jika hasilnya kembali tepat, dia lolos. Sesi berikutnya adalah latihan menghafal angka. Saya menulis 10 digit angka di kertas untuk Anda lihat tidak kurang dari 5 detik. Kemudian tulis kembali angka-angka tersebut di kertas, jika mampu menjawab 8 angka, Anda lolos. Level berikutnya kami menambahkan jumlah angka hingga 16 angka.

 

BOKS

Perjalanan karier Glenn Clifton Apfel

Sebagai atlet

  • Medali emas, perak, dan perunggu PON 1977-1993

  • Medali perak dan perunggu SEA Games 1977-1987

  • Medali perak dan perunggu Kejuaraan Asia Yunior Korea Selatan 1977

 

Sebagai pelatih

  • 5 medali emas SEA Games Kuala Lumpur 1989

  • 1 medali emas SEA Games SEA Games Manila 1991

  • 3 medali emas SEA Games Singapura 1993

  • 11 medali emas SEA Games Jakarta 1997

  • 1 medali emas SEA Games Palembang 2011

 

Nomor spesialisasi Glenn Clifton Apfel

  • Air Rifle Match 10 meter

  • Small Bore Prone 50 meter

  • Small Bore Prone 3 position 50 meter

loading...
loading...