12 Trik Sehat dan Hemat Saat Belanja


  • 12 Trik Sehat dan Hemat Saat Belanja


     

    Tempat belanja, seperti supermarket atau swalayan, senantiasa menggoda Anda untuk bersifat konsumtif: beli lebih buas dan tentu, makan lebih banyak. Akibatnya, semakin banyak lemak yang menumpuk dalam lingkar pinggang, dengan program diet yang hancur berantakan.

    Penataan etalase yang rapi, produk yang menyita perhatian, dan paket promo yang menggiurkan membuat kita terdorong untuk membelanjakan lebih banyak uang untuk beberapa jenis barang yang akan merusak program diet, sekaligus mengharusan Anda mengeluarkan bujet lebih.

    Agar tak makin terpuruk dalam "dosa" itu, strategi berikut akan menjadi pedoman saat Anda masuk supermarket – entah untuk berbelanja atau hanya sekedar sebagai bodyguard pasangan Anda.


    #1. Pasang headset.

    Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal Of Marketing, banyak supermarket memainkan musik dengan irama yang lebih lambat dibandingkan dengan detak jantung rata-rata supaya Anda menghabiskan lebih banyak waktu di situ dan tanpa sadar, membeli barang 30% lebih banyak . Agar tak terjebak, pasang headset Anda dan dengarkan musik dengan beat lebih kencang untuk mempercepat gerak Anda.

     

    #2. Hati-hati membeli barang grosir.
    Ahli gizi Lisa R. Young,Ph.D, penulis The Portion Teller Plan,menganjurkan untuk tidak tergiur membeli makanan atau minuman secara grosir. Menurutnya, jika Anda membeli minuman bersoda 12 kaleng dengan alasan lebih hemat, maka secara otomatis, konsumsi minuman bersoda Anda menjadi12 kaleng setiap minggunya. Jika Anda membeli barang grosiran, pastikan yang Anda beli adalah peralatan rumah tangga, seperti tisu atau bahan makanan tahan lama.

     

    #3. Singkirkan godaan.
    Supermarket sengaja akan mencoba untuk menggoda Anda, membuat rangsangan untuk membeli sesuatu yang tidak sehat – dan tidak Anda butuhkan - dengan penempatan barang yang strategis. Anda bisa menghindari godaan ini membuat catatan belanja yang Anda siapkan sebelum masuk supermarket. Atau, Anda bisa berbelanja secara online sehingga Anda memesan barang berdasarkan kebutuhan.

     

    #4. Prioritaskan makanan yang kurang disukai.
    Phil Lempert,editor supermarketguru.com,mengatakan bahwa supermarket sengaja memposisikan buah dan sayuran yang berwarna cerah di bagian depan toko untuk menempatkan Anda dalam suasana hati yang baik dan membuat Anda, mungkin, lebih banyak menghabiskan uang.

    Supermarket memiliki trik menyenangkan pengunjungnya dengan pengharum ruangan atau counter makanan yang dipanggang dekat pintu masuk untuk mengaktifkan kelenjar liur Anda, yang membuat Anda lebih mungkin untuk menyimpang dari daftar belanja Anda.

    Untuk menghindari perangkap ini, tegakkan kepala langsung menuju ke deretan makanan atau barang yang kurang Anda sukai. Dengan begini, Anda akan mendapatkan semua yang ada dalam daftar belanja Anda. Setelah itu, bolehlah Anda mengambil beberapa barang menarik di bagian depan tadi.

     

    #5. Perhatikan takaran
    Teliti takaran yang tercantum pada kemasan produk makanan. Menurut Food Standard Agency's, produsen kerap menuliskan takaran satu porsi penyajian sehingga produk tampak lebih sehat – dengan nominal kalori yang rendah. Sebagai contoh, dalam satu kemasan biskuit, tertulis kandungan natrium hanya sebesar 0.1 gr. Jika kemasan biskuit tersebut 400 gr, maka natrium yang terdapat dalam satu kemasan biskuit tersebut mencapai lebih dari 30% kadar natrium di tubuh Anda.

     

    #6. Hindari makanan berlabel 'rendah lemak'
    Ahli gizi dan ilmuwan olahraga Laurent Bannock dari guruperformance.com mengatakan, kebanyakan makanan atau minuman yang berlabel rendah lemak justru diproses dalam suhu tinggi dan dikemas dengan tambahan gula atau garam untuk meningkatkan rasa. Jadi, lebih baik Anda membeli makanan tanpa label rendah lemak, tetapi mengandung lemak tak jenuh – jauh lebih aman daripada bergula dan natrium tinggi.

     

    #7. Pelajari kandungan makanan.
    Secara cerdik, produsen makanan menuliskan dalam dosis kecil atau mengganti istilah kandungan pemanis atau penyedap rasa dengan berbagai istilah yang tidak populer di telinga masyarakat, seperti mengganti gula dengan dextrose atau sucrose, bahan pemanis yang sebenarnya sama dengan gula. Karenanya, Anda perlu mempelajari berbagai istilah lain dari bahan-bahan yang kerap ditambahkan pada makanan kemasan.

     

    #8. Siapkan rencana alternatif.
    Penelitian dari New York University mereferensikan agar Anda mempunyai rencana alternatif sebagai pilihan yang lebih sehat. Sebagai contoh, rencanakan untuk membeli air mineral atau jus buah daripada menyambar minuman bersoda. Buat rencana ini sebelum Anda melangkahkan kaki masuk ke supermarket – tempat di mana pilihan menarik begitu menggoda.

     

    #9. Sadarilah bahwa Anda adalah target pemasaran.
    William Poundstone, penulis Rock Breaks Scissors: A Practical Guide To Outguessing And Outwitting Almost Anyone dari laman williampoundstone.net, mengatakan bahwa informasi yang ditawarkan dalam bentuk warna, pencahayaan, bau, kata-kata promosi, dan tanda-tanda secara terus menerus akan membuat Anda mengambil keputusan tanpa sadar. Metode itu digunakan di supermarket dan restoran-restoran cepat saji. Karenanya, tetap sadari bahwa Anda adalah target dari strategi pemasaran sehingga tetap waspada dan sadar akan apa yang Anda beli.

     

    #10. Hindari makanan paket “Combo”.
    Masih menurut William Poundstone, tanpa disadari atau tidak, makanan “combo” membuka kemungkinan untuk memesan lebih banyak. Bukan hanya uang lebih banyak yang Anda keluarkan, tapi Anda juga akan menambahkan kalori, gula, dan garam ekstra. Lebih baik jika Anda memilih makan a la carte, yang meskipun sedikit lebih mahal, namun Anda memperoleh makanan sesuai dengan kebutuhan kalori tubuh.

     

    #11. Pilih ukuran kecil.
    William Poundstone mengatakan kebanyakan rantai makanan cepat saji atau kedai kopi akan menawarkan tiga ukuran untuk semua minuman mereka - sering dengan nama misterius atau simbol yang tersirat. Dalam situasi ini, secara naluriah, kebanyakan orang akan memilih ukuran 'medium' atau 'reguler' – sesuai hukum 'extremeness aversion' atau 'rule of three'.

    Dan, Anda sadari atau tidak, harga untuk pilihan 'medium' ini sebenarnya lebih mahal dibandingkan dua pilihan lainnya - dengan takaran yang sama. Sadari hal itu dan sebaiknya Anda memilih ukuran terkecil dari pilihan yang ditawarkan. Bukan hanya untuk menghemat pengeluaran, tapi Anda juga akan menghemat timbunan lemak dan ukuran lingkar pinggang Anda.

     

    #12. Kehendak kuat
    Psikolog Dr. Laura Edwards mengatakan, jika Anda dapat menahan godaan di tengah cobaan, maka itu akan memperkuat sikap Anda – ke depan, Anda takkan mudah tergoda lagi. Jadi, saat Anda tergoda oleh makanan cepat saji, buatlah diri Anda cepat sadar dan segera menghindarinya.

    Pertama kali mungkin akan terasa berat, selanjutnya Anda akan terbiasa dan mudah menentukan sikap saat berada di tengah godaan barang di supermarket atau tempat belanja lainnya.


    TAG : Belanja, trik belanja, tips hemat saat belanja, cara berhemat, makanan sehat, memilih makanan sehat, indom,