Bentuk BAB Tidak Normal? Waspadai Kanker Usus Besar
bodymybody/pixabay

Setiap hari,berbagai macam makanan masuk ke dalam tubuh kita. Makanan yang kita makan masuk melalui sistem pencernaan di dalam tubuh kita. Dimulai dari mulut, lalu kerongkongan, menuju lambung, usus halus, usus besar, rektum (tempat penampungan sementara kotoran), dan berakhir di anus.

Organ-organ dalam sistem pencernaan ini sangat rentan terhadap penyakit. Di kehidupan masyarakat yang modern, biasanya masyarakat cenderung memakan makanan cepat saji yang jika dicermati lebih baik, makanan-makanan tersebut tidak baik bagi kesehatan.Salah satu penyakit yang muncul akibat kebiasaan ini adalah kanker kolorektal. Kanker jenis ini menyerang usus besar dan rektum.

Sebagian besar kasus kanker ini diawali dengan pembentukan gumpalan-gumpalan sel berukuran kecil yang dikenal dengan nama polip adenoma. Kemudian, gumpalan tersebut menyebar seiring berjalannya waktu kemudian dapat menjadi kanker. Jika Anda menderita polip, Anda harus melakukan tes screening secara rutin untuk mengetahui seberapa besar polip pada usus besar Anda dan seberapa besar potensinya untuk menjadi kanker kolorektal.

Menurut keterangan Dr. dr. Toar J.M. Lalisang, Sp. B(K)BD, Spesialis Bedah Digestif dan Kepala Departemen Ilmu Bedah FKUI-RSCM, gejala paling sederhana dan mudah dilihat adalah adanya perubahan pola pada siklus buang air besar. Misalnya, dari yang awalnya sehari sekali menjadi tiga hingga empat kali dalam sehari atau tidak bisa buang air besar sama sekali.

Gejala lainnya yang umum ditemukan adalah adanya darah pada kotoran.Selain itu, yang perlu Anda perhatikan juga adalah bentuk kotoran yang cair, kecil-kecil (tidak berbentuk), dan terdapat lendir.

Jika hal itu Anda alami dalam waktu relatif lama, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Anda dapat melakukan pendeteksian dini berupa screening untuk mengetahui apakah terdapat polip atau tumor yang berpotensi menjadi kanker di dalam usus besar Anda.

 

loading...
loading...