Wisata ke Surga Derawan: Pesona 3 Pulau
Foto: Ellen Suwardi

 

Biru dan putih. Hanya dua warna itu yang memenuhi ruang retina kami selama perjalanan ini. Hamparan laut biru berpadu apik dengan guratan tipis awan stratus.

Dengan knot tinggi, speedboat yang harga sewanya mencapai 9 juta rupiah untuk 3 hari 2 malam terus dipacu sehingga membawa sensasi terbang di atas permukaan laut. Sembilan juta untuk sewa kapal berkapasitas 15 orang? Itu harga yang pantas untuk pengalaman yang akan Anda temukan nanti di sini.

Pameo “Pergilah ke Derawan sebelum mati” tampak masuk akal ketika setelah dua jam perjalanan dari Berau, kami menemukan sebuah pemandangan luar biasa. Apa yang digambarkan oleh blog-blog traveling tidak bisa merepresentasikan keindahan kepulauan yang terletak di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur ini.

Selama 3 hari 2 malam, kami yakin akan mendapatkan pengalaman yang takkan terlupakan di tempat ini. Begitu speedboat bersandar di pelabuhan perintis yang ada di Derawan, tampak gugusan atol yang tampak jelas karena jernihnya air laut.

Tak jauh dari situ, terlihat beberapa cottage yang sengaja di bangun di atas laut. Tempat itulah yang akan menjadi penginapan kami. Konstruksinya terbuat dari kayu ulin yang ditancapkan di atas bibir pantai. Sekilas, tampak begitu rapuh. Tapi, kesan itu langsung hilang begitu kami naik di penginapan itu.

Penginapan itu begitu kokoh. Kami seakan masuk dalam penginapan kelas atas, lengkap dengan springbed, kulkas, dan pendingin udara. Bujet Rp 700 ribu per malam kami rasa seimbang untuk fasilitas ini.

Di Derawan, kami beristirahat untuk melepaskan lelah setelah terbang secara marathon dari Jakarta – Balikpapan – Berau.

Sebenarnya, petualangan sudah dimulai sejak penerbangan dari Balikpapan ke Kalimarau, Berau. Tiga maskapai penerbangan yang melayani penerbangan ini – Garuda, Lion, dan Sriwijaya – semuanya menggunakan pesawat jet tipe kecil.

Risikonya, getarannya begitu kentara, terlebih saat menabrak awan. 30 menit terasa lama. Itu belum ditambah sensasi naik speedboat berkecepatan tinggi tadi. Rasa lelah itu membuat tidur kami begitu nyenyak hingga tak terasa bahwa kami tidur di atas laut.

Bukan kokok ayam yang membangunkan kami, tapi sinar matahari terbit yang menyeruak di sela gorden penginapan. Sunrise begitu indah karena menerpa langsung tanpa terhalang apapun.

Makanan penginapan yang menunya sebagian besar adalah seafood cukup memberi energi untuk melakukan perjalanan wisata dari pulau ke pulau. Ya, selain Derawan, ada tiga pulau eksotis yang wajib dikunjungi di tempat ini: Maratua, Sangalaki, dan Kakaban. Setiap pulau itu mempunyai keindahan dan keunikan tersendiri.

Kita mulai dari Maratua. Inilah pulau terindah di kepulauan ini. Ada beberapa cottage cantik di pulau ini yang dilengkapi dengan anjungan kayu yang membuat Anda bisa langsung melompat ke air dan menikmati dalamnya. Ribuan ikan siap menyambut Anda.

Bermodalkan beberapa potong roti, kami bisa snorkeling dan bermain dengan ikan-ikan itu. Laut di sekitar pulau ini begitu jernih. Tanpa menggunakan alat bantu pun Anda bisa langsung melongok dasarnya.

Pulau kedua tujuan kami adalah Kakaban. Inilah pulau yang paling kerap diekspos oleh para traveller karena di tengahnya terdapat danau air tawar yang berisi biota laut unik: ubur-ubur air tawar. Untuk menuju danau ini, kami harus sedikit mendaki. Jerih pendakian terbayar saat kami melompat ke dalam danau dan menangkap ubur-ubur yang tampak tak asing dengan tangan orang.

Belum habis petualangan kami hari ini. Speedboat pun mengajak kami ke pulau ketiga, pulau Sangalaki. Di antara ketiga pulau yang lain, pulau ini adalah yang terkecil. Tempat ini menjadi ekosistem penyu hijau untuk bertelur dan menetaskan tukik-tukik yang berjumlah ribuan.

Kami bisa secara langsung memegang anak penyu tersebut dan menceburkannya kembali ke laut. Konon katanya, setelah dewasa, mereka akan kembali lagi ke pulau ini untuk bertelur.

Derawan dan ketiga pulau tersebut menyajikan keindahan laut yang panoramik, termasuk keindahan dasarnya. Pantas jika pemandu di sini mengatakan bahwa cara jitu menikmati alam Derawan adalah dengan menyelam atau snorkeling. Gugusan atol menjadi habitat ribuan biota laut yang masih belum banyak terjamah oleh manifestasi manusia.

Untuk menyelam, Anda dapat menyewa peralatan di sini atau sejak di Berau dengan harga sekitar Rp 800 ribu. Harga itu bakal sebanding dengan pengalaman yang didapatkan di dasar laut.

Gugusan pulau-pulau membuat arus laut Karimata sangat bersahabat sehingga bisa dengan jelas dinikmati. Saat di sini, ada satu peranti yang haram untuk dilupakan: kamera. Anda akan membutuhkannya, lebih dari sekedar kartu ATM.

 

 

loading...
loading...