Kebiasaan-kebiasaan Ini Sangat Buruk, Segera Perbaiki!
Foto: pexels.com

Tidak pernah ada kata terlambat untuk menghentikan kebiasaan buruk kita, seperti merokok, terlalu banyak berjemur, dan kebiasaan duduk berjam-jam menonton televisi sambil mengemil. Pelajari cara untuk membalikkan efek dari kebiasaan buruk tersebut untuk hidup yang lebih sehat.

1. Ngemil sambil nonton TV

Kebiasaan duduk lama menonton TV selama 6 jam tiap hari sambil ngemil dikaitkan dengan risiko tinggi terkena serangan jantung atau stroke dan bisa mengakibatkan kematian. Kebiasaan buruk ini membuat Anda kurang aktivitas fisik yang akhirnya menyebabkan penimbunan lemak, meningkatkan level kolesterol, dan memicu obesitas dan serangan jantung di usia muda.

Penelitian University of Queensland menggunakan data analisis dari Australian Diabetes, Obesity and Lifestyle Study yang dipublikasikan secara online di British Journal of Sports Medicine menemukan menonton TV selama 6 jam sehari atau lebih bisa memperpendek harapan hidup hampir 5 tahun. Meskipun menggunakan data Australia, efek di negara-negara industri dan berkembang lainnya cenderung sebanding, mengingat besarnya waktu yang dihabiskan menonton TV dan kesamaan pola penyakit.

Perbaiki dengan:

Usahakan untuk tetap bergerak saat menonton TV. Gelar matras di depan TV dan lakukan peregangan atau latihan ringan. Anda juga bisa nonton TV sambil berjalan di tempat. Atau gunakan papan step untuk melakukan gerakan naik dan turun. Gerakan seperti naik dan turun tangga ini akan membantu Anda membakar kalori dan melatih otot paha dan pantat. Ayunkan lengan Anda untuk membakar lebih banyak lagi kalori. Tips lainnya, gunakan waktu saat jeda iklan untuk berjalan mengelilingi rumah.

Duduk juga tidak mesti di atas sofa. Duduklah di atas gym ball dan lakukan beberapa gerakan untuk melatih otot perut. Atau, lakukan wall sit. Posisikan diri Anda seperti sedang duduk di atas kursi imajiner, punggung menempel pada dinding. Pastikan paha dan betis Anda membentuk sudut 90 derajat. Kontraksikan otot perut. Bertahanlah di posisi ini selama 20-60 detik. Ulangi lagi. Gerakan ini akan melatih otot tubuh bagian bawah. Anda dapat melakukan ini sambil membawa dumbbell untuk menambah beban dan tingkat kesulitan.

2. Banyak berjemur saat pergi ke pantai

Jika Anda menghabiskan liburan di pantai dan melakukan kegiatan berjemur atau berenang terlalu lama, kulit Anda akan menyerap sinar ultraviolet secara berlebihan. Hal ini akan melemahkan kolagen pada kulit Anda, sehingga menyebabkan perubahan warna dan timbulnya kerutan. Selain itu, penyerapan UV yang berlebihan juga menurunkan kemampuan tubuh untuk memperbaiki kerusakan sel sehingga meningkatkan risiko kanker kulit.

"Kerusakan pada kulit akan bersifat kumulatif. Jadi, Anda tidak akan melihat kerusakan tersebut secara cepat. Tapi kerusakan itu akan terlihat, sesuai bertambahnya usia, saat Anda berumur empat puluhan atau lima puluhan,” kata Patricia Farris, MD, seorang dokter kulit di Metairie, Louisiana.

Perbaiki dengan:

Gunakan pembersih wajah yang mengandung vitamin C, peptida dan antioksidan dari tumbuhan. Bahan-bahan tersebut akan membantu menjaga tampilan kulit Anda. Dr Farris menyarankan Anda pergi ke dokter kulit untuk meminta resep krim Retin-A.

Selain itu, pemeriksaan seluruh tubuh harus tetap Anda lakukan apabila menemukan benjolan seperti tahi lalat yang mencurigakan dan mengalami pertumbuhan. Pemeriksaan dini ini penting dilakukan untuk mengantisipasi risiko kanker kulit karena paparan sinar UV yang berlebihan. Ingatlah untuk menggunakan SPF 30 untuk wajah, leher dan area lain dari kulit yang terkena paparan sinar matahari setiap hari. Tabir surya juga dapat mengurangi 50 persen risiko Anda terkena melanoma, jenis yang paling berbahaya dari kanker kulit.

3. Menyetel musik dengan volume keras

Menurut National Institutes of Health, lima belas persen orang dewasa Amerika memiliki gangguan pendengaran akibat paparan kebisingan. Suara keras merusak sel-sel rambut kecil di dalam telinga yang bertanggung jawab untuk mengubah gelombang suara menjadi impuls listrik. Dalam banyak kasus, kerusakan terjadi secara bertahap, sehingga pada awalnya Anda tidak akan menyadari.

Perbaiki dengan:

Jika pergi ke konser dengan volume yang keras, selalu bawa penyumbat suara, agar meminimalisir kencangnya suara yang masuk ke kuping. Jika Anda biasanya mendengarkan musk dengan volume penuh, mulai sekarang kecilkan volume.

"Mendengarkan musik melalui iPod dengan volume 50 persen adalah pilihan yang cukup aman dan tidak mengurangi keinginan Anda untuk berekspresi," kata Cameron Cowan, seorang audiolog di Midwest Hearing Consultants di Jenewa, Illinois. Dia juga menyarankan untuk membatasi penggunaan headphone hanya untuk beberapa jam sehari saja.

4. Anda merokok satu bungkus atau lebih dalam sehari.

Anda akan mendapatkan manfaat kesehatan segera begitu Anda membuang jauh kebiasaan buruk ini. Dalam rentang waktu 12 jam dari rokok terakhir yang Anda hisap, kadar oksigen dalam darah akan menurun dan baru akan kembali normal dalam waktu dua hari. Begitu juga dengan indra penciuman dan perasa.

Dalam setahun, Anda berisiko tinggi terkena penyakit serangan jantung koroner dan stroke karena merokok satu bungkus seharinya. Dan setelah satu dekade bebas rokok, risiko Anda mengalami kematian karena kanker paru-paru akan turun sampai 50 persen lebih rendah dari rekan Anda yang merokok sebungkus per hari.

Perbaiki dengan:

Pompa paru-paru Anda dengan makan sehat. "Diet yang kaya akan antioksidan, khususnya sayuran hijau, seperti bayam, sawi dan brokoli. Makanan sehat ini akan menghentikan kerusakan akibat radikal bebas," kata Norman Edelman, MD, presiden dari Amrican Lung Association. Namun, menurut Dr. Edelman, untuk mulai berkomitmen melakukan diet yang sehat cenderung sulit dilakukan. Untuk itu lebih baik Anda menambahkannya dengan program terapi perilaku yang bisa mendorong Anda untuk berhenti merokok.

Keputusan untuk berhenti merokok cenderung meningkat keberhasilannya sampai sekitar 40 persen lebih bila Anda menggunakan obat dengan kombinasi konseling daripada hanya diet atau konseling saja. Hasil lebih efektif akan bisa Anda dapatkan bila Anda menambahkan lagi unsur latihan kardio ke dalam rencana perbaikan Anda. "Olahraga berat menghasilkan endorfin, yang bisa mengontrol rasa lapar, ditambah lagi membantu melatih sistem kardiovaskular, sehingga paru-paru tidak perlu bekerja keras untuk menyalurkan oksigen," kata Dr Edelman.

5. Anda sering bergadang.

Jika Anda penggemar bola, maka masalah bergadang pastilah menjadi hal yang tidak akan bisa dihindari. Anda rela bangun tengah malam agar dapat menonton tim kesayangan berlaga. Namun para penggemar bola seperti Anda tidak sadar bahwa penyakit dan gangguan kesehatan berat selalu mengancam saat perhelatan sepak bola digelar, terutama ketika ditonton pada malam atau dini hari.

Kebiasaan bergadang dapat menimbulkan berbagai keluhan kesehatan dan kelelahan, seperti gangguan sistem pencernaan, sistem jantung, pembuluh otak, pembuluh darah serta penurunan daya tahan tubuh. Efek buruk kurang tidur akan menjadi lebih parah bila dibarengi dengan merokok terus menerus, mengonsumsi suplemen energi, dan kopi untuk Anda tetap terjaga.

Kelelahan yang dialami akan memicu gangguan kesehatan secara umum, misalnya kambuhnya penyakit kronis. Kelelahan disertai stres yang tinggi juga akan mengganggu proses metabolisme dan hormonal dalam tubuh. Apabila tim kesayangannya kalah, seseorang bisa menjadi stres dan kecewa sehingga mempengaruhi kualitas tidurnya. Orang yang kelelahan biasanya mudah kehilangan konsentrasi dan kontrol emosi. Hal ini juga berdampak pada tingginya tingkat kecelakaan pada orang-orang yang kelelahan.

Perbaiki dengan:

Selain perlu menjaga stamina, asupan makanan dan minuman harus tetap diperhatikan agar kondisi tubuh tetap terjaga. Tidurlah selama 12 jam pada malam sebelumnya. Atau jika akan bekerja dimulai tengah malam, tidurlah lebih awal lalu bangun beberapa saat menjelang jam kerja. Pastikan waktu istirahat tidak kurang dari 7-8 jam dalam sehari.

Supaya tidak merasa mengantuk saat begadang, hindari makanan berat yang banyak mengandung gula dan karbohidrat. Pilih buah-buahan, sayur atau salad sebagai cemilan sehat. Tidak hanya mencegah rasa kantuk, makanan tersebut menjamin kebutuhan energi sehingga tidak kelelahan saat tidak tidur semalaman. Sambal atau saus pedas boleh ditambahkan, sekedar untuk menghindari rasa kantuk.

Jangan lupa juga untuk tetap melakukan aktivitas fisik. Aktivitas fisik adalah solusi yang efektif untuk mengatasi rasa kantuk. Olahraga membuat tubuh lebih terjaga. Karena itu, jika mulai menguap saat bekerja, manfaatkan jeda waktu istirahat 15 menit untuk berjalan kaki ke luar ruangan. Selain aktivitas fisik, udara segar yang Anda hirup di luar ruang kerja Anda juga akan sangat membantu menjaga tubuh tetap merasa bugar. Jika masih mengantuk, push up50 kali atau jalan naik turun tangga – dijamin bisa membuat tubuh Anda kembali bugar.

6. Anda minum alkohol seperti air putih.

Hubungan antara alkohol dan kanker sudah lama diketahui, ungkap lembaga riset kanker Cancer Research di Inggris. Sebuah studi yang dipublikasi di British Medical Journal (BMJ) tahun ini menyatakan konsumsi alkohol telah menyebabkan sedikitnya 13 ribu kasus kanker per tahun di Inggris, 9.000 kasus pada pria.

Studi terbaru yang dilaporkan di jurnal BioMed Central’s Immunologymengungkapkan bahwa alkohol merusak kemampuan tubuh untuk melawan infeksi. Selain meningkatkan risiko kanker, menenggak alkohol dalam jumlah banyak, apalagi terus-menerus, akan memicu tekanan darah, kerusakan hati, dan stroke.Konsumsi alkohol dalam jumlah tinggi juga meningkatkan kadar lemak dalam sirkulasi darah.

Perbaiki dengan:

Dalam banyak kasus perkembangan penyakit yang berhubungan dengan penggunaan alkohol (kecuali untuk kanker) dapat dihentikan atau diperlambat dengan menghindari alkohol, ujar David Sack, MD, CEO of Promises Treatment Centers di California. Jika Anda memiliki kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol dan khawatir dengan kesehatan lever Anda, mintalah dokter Anda untuk tes SGPT (ALT) darah untuk mengidentifikasi kerusakan pada organ.

Untuk membersihkan efek alkohol, Anda harus menambah konsumsi cairan sebanyak 2-3 liter per hari. Saat melakukan detoksifikasi ini, cairan yang cukup akan sangat membantu sistem kekebalan tubuh. Cairan juga akan melancarkan pembuangan racun, termasuk sisa alkohol dari dalam tubuh. Beberapa jenis tumbuhan dan suplemen yang mengandung vitamin B dapat membantu mengurangi ketegangan fisik maupun psikis yang muncul selama proses detoksifikasi alkohol. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan suplemen yang cocok untuk Anda.

 

loading...
loading...