Ini Bahaya Apabila Latihan Kardio Terlalu Lama
Foto: pexels.com

Untuk alasan mempertajam sixpack, banyak pria menghabiskan waktunya berlari di treadmill atau pun mengikuti kelas kardio yang panjang. Hati-hati, kawan. Olahraga kardio yang panjang dapat meningkatkan risiko tubuh Anda mengalami overheating, risiko dari melakukan latihan berintensitas tinggi yang membuat metabolisme meningkat dan produksi panas tubuh tinggi.

Kondisi yang sama juga dapat Anda alami ketika berolahraga dengan intensitas sedang di lingkungan yang panas dan berkelembapan tingi, terutama bila Anda kurang asupan cairan. Meskipun berlatih dengan intensitas tinggi, risiko overheating dapat dikurangi dengan berolahraga di ruangan berpendingin udara dan minum banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang.

Intinya, overheating adalah kondisi yang erat kaitannya dengan cuaca dan asupan cairan. Asupan cairan yang cukup ditandai dengan perubahan berat badan yang biasanya berkurang 2 % setelah berolahraga dan warna air seni kuning muda jernih atau hampir bening, dan tidak ada keluhan rasa haus, mulut kering, pusing, kram dan tanda-tanda dehidrasi lainnya.

Buruknya, suhu tubuh yang tinggi pada saat latihan akan membuat Anda kelelahan akibat panas (heat exhaustion) dan, yang lebih gawat, stroke akibat panas (heat stroke). Heat exhaustion ditandai dengan tubuh lemas, lemah, kulit panas dan banyak keringat, rasa haus, pusing atau sakit kepala, mual, kram otot. Bila heat exhaustion tidak segera ditangani dengan baik maka bisa berlanjut menjadi heat stroke.

Sedangkan heat stroke, yang terjadi bila suhu tubuh melebihi 40 derajat celcius, ditandai dengan kulit teraba panas, merah dan kering (tidak berkeringat), napas dan denyut nadi cepat, mual dan muntah, otot kram atau lemas, kesadaran mulai menurun, berhalusinasi, atau bahkan hilang kesadaran dan bahkan bisa sampai kejang. Heat stroke yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan kerusakan otak, jantung, otot, dan ginjal.

Jadi, ketika Anda mulai merasa pusing, lelah yang luar biasa, dan tubuh terasa sangat panas ketika sedang berolahraga mungkin Anda perlu menurunkan intensitas latihan, segera beristirahat, dan minum air sedikit demi sedikit. Anda juga perlu menghindari lingkungan yang terik dan segera pergi ke tempat teduh atau masuk ke dalam ruangan berpendingin udara.

Air minum yang dikonsumsi dapat berupa air biasa atau minuman isotonik (sports drink), tergantung intensitas dan durasi latihan yang dilakukan. Bila keluhan tidak hilang dalam beberapa menit atau jam maka sebaiknya segera mencari pertolongan ke dokter atau rumah sakit terdekat.

Salah satu usaha untuk mendinginkan suhu tubuh dengan cepat dari kondisi overheating adalah dengan mandi (shower). Suhu air mandi yang digunakan perlu diatur berbeda-beda, tergantung derajat overheating.

Bila baru terjadi tanda-tanda awal heat exhaustion, atau telah terjadi heat exhaustion, maka dapat melakukan tindakan mandi atau berendam di air biasa yang nyaman (cool water). Namun bila telah terjadi heat stroke maka tubuh penderita dapat direndam di air yang lebih dingin, tentu saja dilakukan di rumah sakit atau klinik karena heat stroke merupakan kondisi yang serius dan mengancam nyawa.

Berikut Panduan konsumsi cairan saat berolahraga (American College of Sports Medicine)

Sebelum Latihan

• 4 jam sebelum latihan minum 500-600 ml air atau sports drink.

• 10-15 menit sebelum latihan: 250-350 ml air.

Saat Latihan

• Minum 100-250 ml air tiap 15-20 menit latihan, bila total waktu latihan (inti) maksimal 60 menit.

• Minum 100-250 ml sports drink tiap 15-20 menit latihan, bila lama latihan inti lebih dari 60 menit.

Setelah Latihan

• Cek berat badan dan warna urin untuk mengetahui jumlah cairan apakah kurang atau tidak. Kekurangan cairan harus diganti dalam 2 jam pasca latihan

• Minum 600-700 ml air atau sports drink tiap penurunan 1/2 kg berat badan.

Narasumber: Dr. Rachmad Wishnu Hidayat, SpKO, dokter spesialis kedokteran di AnHo BioPrima dan staf pengajar di FKUI/RSCM.

 

loading...
loading...