5 Fakta VS 5 Mitos Diet
AKOBCHUK VIACHESLAV/shutterstock/clickphotos

Usaha Anda menggeser jarum timbangan ke kiri harus dimulai dari pengetahuan yang tepat tentang metode menurunkan berat badan.

Saat ini, banyak informasi yang dapat Anda peroleh dalam usaha mengecilkan ikat pinggang. Sayangnya, tak semua informasi tersebut dapat dipercaya. Bersama Vera Napitupulu, STP, ahli gizi dan Program Manager dari LightHOUSE Indonesia, kami jabarkan beberapa poin yang merupakan fakta dan mitos diet.

#1. Sayuran dingin lebih bergizi.
>> Fakta atau Mitos? Fakta.

Studi di Australia menyimpulkan bahwa sayuran yang telah didinginkan terlebih dahulu mengandung nutrisi yang lebih banyak dibanding sayuran segar biasa yang tidak didinginkan. Tujuan pendinginan adalah agar nutrisi sayuran tetap terjaga dan tidak hilang karena terkena panas saat dijual atau proses di lapangan. “Meski kalori (sayuran) relatif sama, tapi nutrisi sayuran yang didinginkan bisa lebih baik karena vitamin dan mineralnya tetap terjaga dibanding yang ada di pasaran,” tutur Vera/

#2. Jangan mengonsumsi minyak kelapa selama diet.
>> Fakta atau Mitos? Mitos.

Kurang tepat menghindari mengonsumsi segala jenis minyak saat menjalankan program penurunan berat badan. Ada beberapa minyak yang justru membantu usaha Anda itu. Salah satunya adalah minyak kelapa. Studi dari American Journal of Clinical Nutrition mengatakan bahwa asam lemak pada minyak kelapa membuat makanan lebih mudah dicerna dibanding lemak pada mentega atau minyak lainnya.
Minyak ini juga akan membantu mengubah makanan menjadi sumber energi. Selain itu, kandungan kalori dalam minyak kelapa 2,5% lebih sedikit dibanding minyak lainnya. Konsumsilah dalam jumlah cukup, jangan kebanyakan.

#3. Konsumsi pisang yang masih hijau.
>> Fakta atau Mitos? Fakta.

Pisang yang masih agak muda dan berwarna kehijau-hijauan mengandung sari pati yang bisa membantu penurunan berat dan kadar kolestrol. Menurut studi dari University of Colorado, pati dalam pisang tersebut ternyata mampu merubah proses penyerapan makanan dalam tubuh. Umumnya, karbohidrat akan diserap terlebih dahulu. Namun, saat pati ini ada dalam tubuh, lemaklah yang akan diserap terlebih dahulu, lalu diubah menjadi energi, sebelum menjadi timbunan lemak atau kegemukkan.

#4. Konsumsi suplemen propionyl L-carnitine.
>> Fakta atau Mitos? Fakta.

Suplemen ini mengandung L-Carnitine atau asam amino yang mengatur metabolisme karbohidrat pada otot, sehingga tidak ada yang tersimpan sebagai lemak dalam tubuh. Asam lemaknya juga bisa digunakan sebagai sumber energi bagi tubuh Anda. Namun, tetaplah mengonsumsinya sesuai dengan anjuran dalam label kemasan. “Namun, jangan mengonsumsi terlalu banyak, karena justru bisa memperberat kerja ginjal,” ujar Vera.

#5. Makan lebih sering.
>> Fakta atau Mitos? Fakta.

Cobalah menyantap makanan pada waktu yang telah ditentukan sesuai rencana Anda. Jangan biarkan perut kosong ketika waktu makan telah tiba. Jika Anda membiarkan perut kosong, padahal waktu makan telah tiba Anda, tubuh Anda akan mengeluarkan hormon kortisol (hormon stress) yang justru bisa menambah timbunan lemak jika berada di level tinggi.
Vera menyarankan, sebaiknya Anda segera makan saat perut Anda sudah memberi sinyal lapar. “Tiap orang memiliki respon lapar yang berbeda-beda. Ada yang 3 jam atau 4 jam sekali. Jika perut kamu sudah berbunyi, segeralah makan,” tutur Vera. Menurut studi dari John Moores University di Liverpool, orang yang konsisten memakan jumlah nutrisi yang sama tidak akan mudah tergoda oleh makanan yang ada di luar jadwalnya. Mereka pun bisa menuruni bobot tubuh dengan konsisten.

#6. Musik yang menenangkan saat makan membantu menurunkan berat badan.
>> Fakta atau Mitos? Fakta.
Saat makan, cobalah dengarkan alunan musik lembut yang menenangkan jiwa dan pikiran Anda. Percaya atau tidak, orang yang mendengarkan alunan musik yang tenang akan mengunyah secara perlahan, dan akhirnya porsi makanannya jadi lebih sedikit. “Ketika mendengarkan musik, tubuh akan menjadi rileks. Secara tidak langsung, kita bisa peka dan sadar jika sudah kenyang. Sementara itu, jika Anda makan terburu-buru, belum sempat tubuh mengirimkan sinyal ke otak, makanan terus masuk tanpa ada komando. Hal inilah yang justru mengacaukan diet Anda,” tutur Vera.

#7. Makan smoothies buah-buahan adalah jalan terbaik menurunkan bobot.
>> Fakta atau Mitos? Mitos.

Smoothies mengandung zat gula yang cukup tinggi karena merupakan kombinasi beberapa jenis buah – belum lagi jika Anda menambahkan gula. Selain itu, cairan smoothies adalah partikel terkecil yang langsung diserap dalam tubuh tanpa penyerapan enzim  dan beberapa proses lain. Sebaiknya, konsumsilah buah utuh, demi terjadinya penggunaan enzim serta jumlah gula yang lebih sedikit.

#8. Turunkan berat badan dengan  banyak makan kacang-kacangan.
>> Fakta atau Mitos? Mitos.

Meski tinggi vitamin, kacang mengandung lemak dan memiliki banyak kalori. Batasi konsumsi kacang Anda. Kalori kacang cukup tinggi. Satu genggam kacang setara dengan empat grill  dada ayam yakni 200 kalori. Mana yang lebih enak dan lebih kenyang untuk dikonsumsi? Carilah makanan yang ukurannya besar tp kalorinya kecil. Ini membantu Anda kenyang lebih lama di banding makanan kecil, tetapi kalorinya juga kecil.

#9. Mau kurus? Kurangi karbohidrat.
>> Fakta atau Mitos? Mitos.

Karbohidrat adalah sumber energi utama bagi tubuh Anda. Jika Anda menguranginya, Anda justru akan mengurangi massa otot. Coba ganti dengan wholemeal bread, kacang merah, serta nasi merah. Karbohidrat jenis ini adalah adalah karbohidrat kompleks yang dapat membuat Anda kenyang lebih lama. Saat mengonsumsi ini,  kadar gula darah Anda akan tetap terjaga dan tidak mudah naik.

#10. Ganti dengan minuman diet.
>> Fakta atau Mitos? Mitos.

Minuman diet memang memiliki kalori yang kecil dan berisi banyak energi alternatif. Tapi bila dikonsumsi berlebihan, minuman diet dapat menambah bobot tubuh badan. Menurut Vera, minuman diet ini termasuk sebagai substitusi makanan. “Jika kalorinya tetap tinggi, minuman ini menjadi tidak efektif karena justru akan menambah berat badan. Sebaiknya segala sesuatu yang bentuknya minuman harus 0 kalori. Jika ada nilainya, lebih baik itu dalam bentuk makanan utuh,” terangnya.

loading...
loading...