Bakar Kalori dengan Bermain Bowling


  • Bakar Kalori dengan Bermain Bowling


    Bowling merupakan salah satu olahraga yang paling tua yang pernah ada, sekitar 4000 tahun terhitung sejak jaman Romawi dan Mesir kuno. Tidak hanya menjadi olahraga yang menyenangkan, bermain bowling juga memiliki sejumlah manfaat untuk tubuh Anda. Bowling masuk sebagai salah satu olahraga anaerobik yang kurang lebih sama dengan berjalan menggunakan beban.

    Bermain bowling dapat membakar kalori dan juga melatih otot-otot yang biasanya tidak dilatih dengan maksimal. Lebih jauh, ketika Anda mengayunkan tangan saat melempar bola bowling, dengan adanya peregangan dan kelenturan menjadikannya latihan yang baik untuk tendon, ligamen, otot, dan sendi pada lengan Anda.

    Saya dan rekan saya, Rizki Joyonegoro, berkesempatan untuk mencoba bowling. Sebelumnya, kami berdua belum pernah mencoba bowling sebelumnya. Saya pribadi cukup bersemangat akhirnya bisa mencoba bowling – biasanya hanya mencobanya lewat sebuah game. Saya mulai dengan menyewa line. Pada umumnya sistem penyewaan bowling dilakukan per satu game yang terdiri dari 10 frame – istilah ronde dalam bowling.

     

    Konsep scoring pada bowling

    Frame 1-9 pemain mendapatkan kesempatan hingga dua kali lemparan, sedangkan di frame terakhir, pemain berkesempatan melempar hingga tiga kali, jika berhasil mendapatkan strike atau spare di dua lemparan pertama.

    Untuk setiap pin yang dijatuhkan, pemain akan mendapatkan satu poin. Jika pada lemparan pertama berhasil menjatuhkan tiga pin lalu di lemparan kedua berhasil menjatuhkan enam pin, maka pemain akan mendapatkan sembilan poin.

    Keuntungannya ada pada pemain yang berhasil mendapatkan strike. Pemain akan mendapatkan poin maksimal sebesar 10, ditambah dengan jumlah poin di dua lemparan berikutnya. Misalnya, Anda sudah mendapatkan 10 poin dari lemparan strike Anda.

    Di dua lemparan selanjutnya Anda menjatuhkan masing empat dan dua pin. Jadi total poin Anda sebesar 22 (10 + (4 + 2) + 4 + 2). Serupa dengan strike, penambahan poin ekstra juga berlaku jika Anda berhasil mendapatkan spare – menyapu bersih semua pin dalam dua kali lemparan. Namun, bedanya, hanya poin dari lemparan pertama bonus poinnya.

     

    Game pertama dimulai

    Kami sepakat untuk bermain sebanyak tiga game. Setelah mendapat line, saya dan Joyo langsung mengganti sepatu khusus bowling. Tujuannya agar membantu gerakan Anda di lantai yang licin agar tidak mudah tergelincir. Bola bowling pun memiliki berat yang bervariasi. Tujuannya agar bisa dimainkan oleh semua kalangan umur.

    Saya pun mendapat giliran pertama. Setelah sebelumnya saya sudah searching di internet bagaimana cara memegangnya, akhirnya saya memegang bola bowling yang sebenarnya. Bola bowling memiliki tiga buah lubang, masing-masing untuk jari manis, jari tengah, dan jempol yang digunakan untuk mencengkeram bola.

    Bola yang saya gunakan tidak terlalu berat, kurang lebih sekitar 4 - 5 kg. Saya pun mulai mengambil ancang-ancang. Ini akan menjadi lemparan bowling pertama saya. Setelah memastikan genggaman saya sudah tepat, saya pun meluncur. Bola berguling ke kiri dan masuk ke parit, istilahnya gutter ball. Yak, saya tidak berhasil mendapatkan satu poin pun.

    Masuk ke kesempatan kedua saya untuk mendapatkan spare. Saya mencoba mengoreksi kesalahan saya dan mencoba mengeker agar sekiranya bola tetap berada pada jalurnya. Lemparan kedua agak melenceng sedikit, namun saya berhasil menjatuhkan lima pin. Lima poin untuk saya!

    Giliran Joyo untuk melempar bola. Ternyata, tidak ada bedanya dengan saya. Bola yang ia lempar pun bernasib sama, berbelok memasuki parit. Begitu juga dengan lemparan ke dua. Lagi-lagi, gutter ball. Saya rasa beginner's luck tidak berlaku di bowling.

    Saya masih berusaha menyesuaikan cara melempar saya. Permukaannya lantai yang sedikit licin juga sedikit mempersulit gerakan. Padahal jika sudah terbiasa, kombinasi antara sepatu bowling ditambah permukaan yang licin dan kesempurnaan gerakan Anda dapat membantu Anda menghasilkan teknik lemparan yang baik yang dapat menghasilkan strike.

    Alhasil, lemparan saya di tiga frame berikutnya semuanya masuk ke gutter. Sementara Joyo masih sedikit lebih baik daripada saya. Pada frame ke empat, dia berhasil mendapatkan enam poin, lima dari dari lemparan pertama dan satu poin di lemparan kedua.

    Di frame ke lima, saya mencoba untuk konsentrasi bagaimana caranya agar bola berjalan lurus di tengah. Saya menyadari bahwa setiap kali saya melempar, genggaman saya agak menyerong ke kiri saat melepas bola, sehingga barangkali itu yang menyebabkan bola selalu masuk ke parit.

    Saya pun mencoba melempar bola dengan lebih hati-hati. Agaknya, usaha saya berhasil. Terhitung semenjak frame ke lima saya selalu mendapatkan poin, meskipun belum ada yang mencapai 10. Namun sayang, di frame ke sepuluh saya tidak mendapatkan lemparan ekstra ketiga karena tidak berhasil mendapatkan spare. Di game pertama ini, saya harus mengalah dengan Joyo. Dari frame ke empat, ia sudah menunjukkan dominasinya terhadap saya. Bahkan, dia sekali melakukan strike dan spare di frame ke enam dan ke tujuh. Skor akhir 48-72 untuk kemenangan Joyo.

     

    Strike Pertama Saya

    Setelah mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai teknik melempar di game pertama tadi, saya pun bersiap untuk game kedua. Jika Anda mengikuti edisi Fitness For Men bulan Juli ketika Joyo mengalahkan saya saat bermain squash, ini akan menjadi ajang ‘balas dendam’ saya. Jadi saya harus menang di dua game terakhir.

    Saya mendapat giliran pertama untuk melempar bola. Saya mengambil bola bowling berwarna pink – yang saya pilih bukan karena warnanya melainkan karena beratnya dan kenyamanan di jari. Lemparan pertama saya tidak buruk. Saya berhasil menjatuhkan lima pin. Berarti saya mendapat lima poin. Sayang, di lemparan kedua lemparan saya miss.

    Di game kedua ini, saya cukup percaya diri karena sudah bisa sedikit mengarahkan bola agar tidak masuk ke parit. Bahkan, di frame 2, meskipun lemparan pertama saya gutter ball, saya berhasil spare di lemparan kedua. Tak mau kalah, Joyo pun terlihat sudah sedikit menguasai lemparannya. Poin saya dengan Joyo pun hanya selisih sedikit saja.

    Memasuki frame 10, saya mendominasi. Saya menjatuhkan sembilan pin di lemparan pertama dan menjatuhkan sisanya di lemparan kedua. Spare. Artinya saya mendapat kesempatan untuk lemparan ketiga. Kembali sembilan pin berhasil saya jatuhkan. Joyo gagal menyusul poin saya karena hanya berhasil menjatuhkan sembilan pin di lemparan pertama. Game kedua ini berhasil saya menangkan dengan skore akhir 92 - 63.
     

    Balas Dendam Terbayar

    Memasuki game ketiga, kami sudah mulai berkeringat dan sedikit kelelahan. Terus-menerus, melempar bola yang berat ternyata membuat tangan saya pegal. Padahal, kondisi ruangan cukup sejuk. Alur permainan di game ketiga hampir serupa dengan game sebelumnya. Poin kami hanya selisih sedikit dan kami saling menyusul poin di tiap frame.

    Namun, keadaan berubah di frame 8, saat saya berhasil melakukan strike untuk pertama kalinya. Poin saya langsung melesat menyusul Joyo. Terlebih di frame 9, saya berhasil melakukan spare. Joyo tidak beruntung karena lemparannya gagal di dua frame terakhir. Kemenangan berpihak pada saya dengan skor akhir 71-47. Akhirnya, dendam kekalahan saya saat bermain squash terbayar sudah. Kami berdua cukup ketagihan bermain bowling. Selain menyenangkan, olahraga ini mengeluarkan cukup banyak keringat.

     

    Tips Bermain Bowling bagi Pemula :

    • Perhatikan berat bola yang digunakan. Bola yang ringan menyebabkan jalannya bola kurang stabil, sedangkan bola yang berat akan lebih stabil. Sebagai pemula, pilihlah bola yang ringan terlebih dahulu. Jika sudah menguasai teknik lemparan, Anda bisa memilih bola yang lebih berat sesuai kemampuan.

    • Perhatikan cengkeraman. Anda tentu tidak akan mau jika saat melempar, bola malah terlempar ke belakang akibat cengkraman Anda yang kurang kuat, bukan? Karenanya, cari bola yang mempunyai lubang tempat jari mencengkeram dengan nyaman. Hal ini juga berfungsi agar Anda terhindar dari cedera.

    • Perhatikan posisi kaki. Saat posisi awal ketika akan melempar bola, posisi kaki harus sejajar. Jika Anda memegang bola dengan tangan kanan, mulai melangkah dengan kaki kiri. Usahakan saat melempar bola kaki kiri di depan dan kaki kanan di belakang agar terhindar dari benturan antara bola, tangan, dan kaki. Jika Anda kidal, lakukan hal sebaliknya.

    • Hindari risiko terpeleset. Ada alasan kenapa bola bowling begitu luwes saat bergelinding di lintasan. Lintasan tersebut dilapisi oli agar licin. Jadi, saat melempar, jangan sampai Anda melewati garis pembatas lintasan karena dikhawatirkan Anda akan tergelincir dan cedera.

    • Gunakan selalu sepatu khusus bowling. Biasanya, bowling center menyediakan sepatu untuk disewakan. Karena alasnya yang terbuat dari kulit, sepatu ini tidak terlalu licin dan juga tidak kesat sehingga aman digunakan untuk melangkah.


    TAG : bowling, trial, olahraga, anaerobik, otot, kalori, peregangan, ,